PUISI : KITA TELAH MENOREH MALAM DENGAN ANGAN-ANGAN (Sajak Cinta Untuk Istriku)

Kerapkali kita menyempatkan diri duduk diberanda

bercakap tentang hal-hal tak penting dan upaya-upaya menanggulangi kegetiran

seraya menatap gelap yang luruh perlahan dipelupuk mata

dan kunang-kunang melintas anggun membawa kerlip harapan

sementara rindu memantul-mantul gemas lewat debar lirih di jantung kita

Bintang tersipu dipelukan awan saat kisah-kisah manis kuceritakan

terbang bersama desir lembut angin yang menyibak rambut tipis di keningmu

“Kita telah menoreh malam dengan angan-angan,” ucapku haru

lalu hening melingkupi segenap semesta

 

Kerapkali aku mengajakmu menatap kelam di lanskap langit

seraya berusaha merengkuh impian yang berkelebat bersama gegas waktu

dan memori yang selalu kita catat dengan hati riang,

senantiasa menjadi jejak menandai kehadiran dan ketidakhadiran,

juga perih kehilangan sepanjang perjalanan

karena kita selalu yakin, indah, selalu tiba pada saatnya,

senyata hembusan nafas dan delik cemburu rembulan diatas sana

janji yang telah dan akan kita tunaikan, tanpa rasa enggan

merasuk pada rangkaian musim dimana kiprah kita terpacak jelas

tak akan pernah ada rasa sesal

karena rasa telah nyata mengalir lewat kata-kata dan realita

dan hidupmu, hidupku, hidup kita menyatu dalam gemuruh cinta

pada impian gemilang serta pendar asa

yang telah kita toreh dengan jemari gemetar di pucuk malam..

 

Cikarang, 05052012

One response

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s